Tator, PedomanIndonesia – Polres Tana Toraja bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan pengrusakan fasilitas sekolah di SMP PGRI Marinding. Usai menerima laporan pihak PGRI pagi tadi, penyidik langsung turun mengecek TKP.
Pengecekan dipimpin Iptu Arlinansius Allolayuk. Arlinansius tiba di TKP menjelang sore bersama sejumlah pengurus PGRI dan guru.
“Tadi kami turun cek lokasi terkait dengan laporan tersebut. Yang diduga dirusak sebagian pagar sekolah dan gerbang kemudian lapangan itu yang terlihat. Tapi kita sementara cek lokasi, tadi waktu kami tiba di lokasi ada penguncian ruangan,” jelas Arlinansius kepada Pedoman Indonesia.
Arlinansius mengemukakan, fokus pihaknya saat ini adalah dugaan pengrusakan fasilitas sekolah yang dilakukan orang tak dikenal. Selanjutnya, terkait penggembokan dua ruang kelas.
“Kita sementara selidiki siapa pelakunya. Tapi katanya penggembokan sudah mau dibuka oleh pihak sekolah,” jelasnya.
Ia juga mengaku telah mengumpulkan data di TKP. Kata Arlinansius, ada beberapa yang akan dianalisis dari kasus itu.
“Tadi waktu kami tinggalkan katanya mau di buka oleh pihak sekolah, laporannya juga sudah masuk dan sementara penyelidikan kemudian kami juga sudah periksa beberapa saksi yang kami mintai keterangan kemudian satu orang terlapor inisial D,” beber Arlinansius.
Sementara itu kuasa hukum YPLP-PGRI, Anthonius T Tulak saat ditemui awak media di Cafe Royal, Kamis (10/07/2025), menyatakan bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke polres Tana Toraja.
“Sudah dilaporkan dan penyidik sudah ambil tindakan, sudah terima laporan kita, sudah berproses,” ujar Anthonius.
Saat ditanyai perkembangan laporan, Antonius mengungkapkan jika sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengrusakan fasilitas di SMP PGRI Marinding.
“Dari kepala sekolah, guru, yayasan. Pertama yang dilapor itu yang pertama driver (operator) alat berat mereka kan tahu persis yang kasih jalan alat berat adalah orang ini yang dibantu oleh helper,” kata Anthonius.
“Kemudian yang mau dicari tahu siapa yang menyuruhmu (operator) melakukan,” tutup Anthonius.









