Tator, Pedomanindonesia – Dua ruangan kelas di SMP PGRI Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja digembok orang tak dikenal (OTK). Akibatnya puluhan siswa terpaksa belajar di teras.
Penggembokan itu sudah berlangsung selama empat hari. Belum ada keterangan resmi terkait pelaku maupun motif penyegelan itu.
“Iya pak betul ruang kelas 7 A dan 8 A, kami tidak tahu pak karena waktu libur orang kami gantian datang piket. Setelah kami datang hari Senin anak-anak bilang pintunya sudah tertutup. Kami tidak tahu pak siapa yang tutup,” ujar Yefta Rerung, guru yang ditemui Pedomanindonesia di sekolah, Rabu (9/07/2025).
Yefta menyebut, sampai saat ini tidak ada pihak yang mengaku sebagai pelaku penyegelan. Pihak sekolah berharap segera ada jalan penyelesaian agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.
“Satu Minggu ini kan ada piket, masih terbuka. Pas Senin kemarin sudah terkunci,” tambah guru lainnya, Alfrida.
“Harapan kami semoga Dinas Pendidikan cepat mengambil langkah bersama dengan pemerintah supaya anak-anak kami bisa belajar efektif kembali. Kasihan anak anak mereka jadi korban,” tutup Yefta.
Menurut Yefta, apapun masalah yang melatari penyegelan ini harusnya dibicarakan dengan baik. Sebab kata dia, tindakan sepihak seperti ini sangat merugikan siswa.
Sementara itu para siswa yang terpaksa harus belajar di teras mengaku sangat terganggu. Para siswa berharap Dinas Pendidikan dan Bupati Tator segera turun tangan.
“Kelasnya dikunci, tidak tahu, sejak hari Senin, kami berharap Dinas Pendidikan dan Pak Bupati bisa membantu kami,” harapnya.
“Ruangannya ditutup, kami berharap Pemerintah dan Disdik Kabupaten Tana Toraja bisa mengambil sikap. Menganggu,” kata para siswa lainnya.







