TATOR, PEDOMANINDONESIA – Masyarakat lembang Sasak Kecamatan Bittuang menyoroti pembangunan proyek rabat beton yang bersumber dari anggaran dana desa tahun anggaran 2025 di kampung dusun Marura.
Hal tersebut di sampaikan Elianus Siama’ warga lembang Sasak, Kamis (21/08/2025/).
“Jadi yang kami persoalkan disini yaitu ketebalan rabat mungkin hanya 10 cm, karena tempat pasangan malnya di bawa di kali ke bawa dulu baru di pasangi papan mal kemudian luasnya juga pak ini berapa ji luasnya kemudian proyek tersebut juga di borongkan ke warga dengan anggaran Rp3juta,” Kata Elianus Siama’.
Lebih lanjut Elianus mengatakan bahwa dirinya sempat mendatangi kantor lembang untuk menanyakan perihal anggaran proyek tersebut namun sekertaris desa atas nama Irma Bongga Karua melarang masyarakat untuk bertanya terkait anggaran dana desa.
“Tidak boleh masyarakat datang disini menanyakan terkait dengan dana desa, karena kami dari lembang sudah punya dinas untuk turun ke lokasi untuk mengecek dana desa yang kami kelola bukan dari masyarakat, masyarakat tidak ada hubungannya dengan dana desa karena kami di audit oleh inspektorat dan juga dari DPML.” ungkap Elianus Siama menirukan pernyataan Sekdes tersebut.
Elianus pun berharap kepada dinas terkait agar turun langsung ke lapangan mengecek proyek dana desa tersebut.
“Besar harapan kami selaku masyarakat agar dinas yang terkait dalam hal ini dinas DPML, dan inspektorat turun ke lokasi untuk mengecek proyek tersebut karena besar dugaan kami proyek ini tidak sesuai dengan bentuk,” Tegas Elianus Siama’.
Sementara itu kepala lembang Sasa’ Benyamin Bongga Karua saat di konfirmasi mengaku tidak tahu pasti jumlah anggaran pada proyek tersebut.
“Intinya puluhan juta kalau tidak salah itu di atas Rp 50 juta hanya satu patok dengan ukurannya panjang 50 meter ketebalan 15 cm luas 3 meter, itu memang di borongkan ke warga karena anggarannya terbatas itu HOK tujuh juta lebih,” Kata Bongga Karua.
Lebih lanjut Bongga Karua juga mengatakan bahwa proyek tersebut di kerjakan oleh masyarakat sekitar sesuai yang ada di RAB.
“Kalau ada yang kurang bisa kita tambah lagi. Terima kasih kedatangannya kalau ada yang kurang nanti di perbaiki lagi, karena semuanya juga akan di audit oleh inspektorat, dan saya juga sampaikan bahwa tidak ada lembang yang sempurna semuanya ada kesalahan biar di kabupaten pasti ada kesalahannya, ” Beber Bongga saat di temui di kediamannya.
Penulis: Andarias Padaunan









