Taator, Pedomanindonesia – Aktivis Semuel Tumanan mendesak pemerintah Kabupaten Tana Toraja memblacklist kontraktor yang mengerjakan proyek gedung SDN 11 Rembon yang berlokasi di Dusun Ma’tang, Lembang Kayuosing, Kecamatan Rembon. Semuel menuding kontraktor tak membayar upah pekerja.
“Kontraktor diduga sengaja tidak membayar buruh bahkan mengabaikan hak para buruh yang menggantungkan hidupnya dari hasil kerja buruh tukang tersebut. Saya sebagai aktivis yang juga masyarakat asli Lembang Kayuosing sangat prihatin mendengar informasi bahwa warga yang kerja proyeknya SDN kelas jauh Kayuosing itu tidak dibayar. Kalau itu benar maka saya meminta dengan tegas Pemda Tator segera blokir perusahaan itu karena dia sudah merugikan masyarakat kecil,” ujar Semuel Tumanan, Kamis (24/7/2025).
Lebih lanjut Semuel mengatakan, apa yang dilakukan pihak kontraktor adalah kejahatan ketenagakerjaan yang harus ditindak tegas. Menurut Semuel, dari sudut pandang hukum ini adalah penipuan.
“Ini bagian dari dugaan penipuan karena apa yang di sepakati antara pekerja dengan kontraktor itu tidak sesuai dengan harapan sehingga kita menduga penipuan. Kan orang itu bekerja untuk hidupi keluarganya, na kalau begini sudah kerja tapi tidak dibayar itu namanya penipuan. Karena pihak kontraktor tidak komitmen itu sudah ada dugaan perencanaan untuk melakukan penipuan,” ungkapnya.
Tak hanya itu Semuel juga mendesak angota DPRD dan juga pemerintah Kabupaten Tana Toraja ambil sikap atas oknum kontraktor yang nakal tersebut.
“Kasus ini akan saya kawal, kita mendesak DPRD dan juga pemda Tator dalam hal ini bupati dan wakil bupati agar segera memanggil PPK dan juga dinas pendidikan, supaya kita bisa tahu siapa yang kerja proyek tersebut dan segera di sikapi kalau perlu blacklist perusahaan tersebut karena sudah merugikan masyarakat kecil,” Tegas Manan.
Sementara itu, buruh bangunan, Paulus Kirik Pauranan mengatakan bahwa awalnya dirinya bekerja pada proyek tersebut setelah berbicara dengan kontraktor atas nama Irvan Palamba’. Irvan adalah anak anggota DPRD Tator Yul Purwanto Palamba’.
“Kami kerja setelah komunikasi dengan kontraktor atas nama Ivan. Namun setelah kami kerja proyek tersebut, kami tidak dibayar,” kata Paulus.
Paulus menyatakan ia sudah mencoba menghubungi Ivan namun yang bersangkutan hanya berjanji.
“Sampai sekarang yang bersangkutan tidak ada inisiatif untuk membayar upah kami. Sehingga saya hubungi bapaknya yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja atas nama Bapak Yul Purwanto Palamba’ namun yang bersangkutan berjanji akan memfasilitasi kami dengan anaknya untuk segera membayar upa kami,” kata Paulus.
“Sabarmiki dulu, kami sementara ada acara perkawinan, nanti saya sampaikan lagi ke Irvan. Begitulah hasil percakapan saya dengan bapak Yul Purwanto Palamba’ namun sampai sekarang upah kami belum dibayarkan sementara saya sekarang membutuhkan dana. Kami bekerja untuk menghidupi keluarga jadi tolong pak upah kami dibayar kasihan kami masyarakat kecil yang dikasih begini,” terang Paulus.
Terpisah Yul Purwanto Palamba’ yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu persoalan Irvan dan para pekerja proyek itu.
“Selamat pagi, saya tidak tau itu cesku,” singkat Yul Purwanto Palamba’ via pesan WhatsApp kemarin.
Sementara itu Irvan Palamba’ yang dihubungi melalui pesan WhatsApp juga tidak merespons.







