Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Toraja Utara Kunjungi SMK Kristen Tagari dan UPTD BLK Toraja Utara Upaya Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tana Toraja Masif Sosialisasi di Sekolah dan Jalan Raya Satlantas Polres Tana Toraja Edukasi Pelajar SMKN 1, Tekankan Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas Kasatpol PP Torut Fokus Penegakan Perda, Pengawasan BBM Subsidi, dan Pemadaman Kebakaran Respon Cepat Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Ungkap Kasus Curanmor di Cafe Peleton Dosen Psikologi UIT Prihatin kejadian Bullying di Tana Toraja

News

Pedagang di Bantaran Kanal Jongaya dan Pabaeng-baeng Siap Direlokasi ke Dalam Pasar

badge-check


					Pedagang di Bantaran Kanal Jongaya dan Pabaeng-baeng Siap Direlokasi ke Dalam Pasar Perbesar

PEDOMANINDONESIA, Makassar, — Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penataan kawasan kanal sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengembalikan fungsi fasilitas umum. Salah satunya melalui relokasi 93 pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang bantaran Kanal Jongaya dan Pabaeng-baeng.

Camat Tamalate, Emil Yudiyanto Tadjuddin, SE., M.Si menjelaskan bahwa proses relokasi ini telah melalui kesepakatan bersama antara pedagang, pemerintah kecamatan, dan Perumda Pasar Makassar.

“Alhamdulillah kita sudah laksanakan pertemuan bersama pedagang dan semua stakeholder, termasuk PD Pasar. Mereka siap merelokasi diri secara mandiri dan masuk berdagang di dalam pasar,” ujar Emil. Usai menggelar pertemuan di ruang Rapat Kecamatan Tamalate, Sabtu (19/07/2025) sore.

Menurutnya, PD Pasar telah menyiapkan tempat relokasi sesuai kebutuhan para pedagang. Sebagai bentuk dukungan, retribusi akan digratiskan selama tiga bulan pertama.

Relokasi ini juga menjadi bagian dari penataan kanal yang akan dijadikan jalur jogging track. Emil menyebut, sepanjang kanal Jongaya yang memiliki panjang 1.135 meter akan ditata menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman dan bersih.

“Setelah dibersihkan, masyarakat sudah mulai menikmati manfaatnya. Kita harap mereka ikut menjaga. Targetnya, progres penataan ini akan dilanjutkan hingga 25 Juli nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Dirut Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, S.Sos, menyatakan bahwa penataan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk mengembalikan fungsi kanal sebagai fasilitas umum.

“Kami diundang untuk mencarikan solusi bagi para pedagang yang selama ini menempati ruang publik. Alhamdulillah, para pedagang juga memberi respons yang baik,” jelas Ali.

Pihaknya telah menawarkan dua lokasi relokasi, yaitu Pasar Pa’baeng-baeng Barat dan Pasar Pa’baeng-baeng Timur. Harapannya, para pedagang bisa beraktivitas lebih nyaman dan pasar kembali ramai.

“Kami ingin pasar tradisional hidup kembali. Pedagang bisa berjualan dengan tertib, kanal bersih, pasar juga hidup. Kalau kanal dan pasar bersih, itu cerminan budaya masyarakat Makassar yang teratur dan tertata,” lanjutnya.

Relokasi ini juga merupakan tindak lanjut dari surat Balai Besar Pompengan yang meminta pemerintah kota untuk menertibkan bangunan dan aktivitas liar di wilayah kanal. Penataan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih, tertib, dan ramah bagi semua warganya. (“)

Baca Lainnya

Sopir Asal Toraja Diduga Jadi Korban Kekerasan Kelompok Bersenjata di Habema

17 September 2026 - 19:37 WIB

Plt Kadis PUPR Toraja Utara Tegaskan Pembongkaran Eks RS Pongtiku Murni Gotong Royong, Belum Ada Pemenang Tender

17 September 2026 - 08:19 WIB

Mendadak Dicopot, Purbaya Tinggalkan Kursi Menteri Keuangan

15 September 2026 - 23:49 WIB

Refleksi 27 Tahun Perumda Pasar Makassar: Jaga Kebersamaan hingga Kerja Dengan Hati

14 September 2026 - 08:15 WIB

BPBD Toraja Utara Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Tanggulangi Dampak Kekeringan

1 September 2026 - 19:45 WIB

Trending di News