Tator, Pedomanindonesia – Masyarakat mengeluhkan seringnya ditemukan kondom bekas yang berserakan di halaman Hotel Andalan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Masyarakat curiga ada praktik prostitusi di hotel tersebut.
“Di sini setiap malam laki-laki gonta-ganti masuk kamar si cewek yang menginap di sana. Kalau pagi kondom-kondom sudah berserakan di halaman hotel,” ujar Joni, salah seorang warga yang berdomisili di sekitar hotel, kemarin.
Joni mengaku di hotel tersebut banyak aktivitas yang mencurigakan.
“Kami curiga pemain aplikasi hijau (Mi Chat),” sebut Joni.
Lebih Lanjut Joni, ia juga kerap menerima laporan dari warga soal transaksi seks terselubung di sana. Menurutnya, aktivitas mereka sudah pernah dilaporkan karena dicurigai ada muncikari yang mengatur praktik prostitusi dalam hotel.
“Jadi di dalam kamar itu ada cowok ada cewek tapi kalau ada tamunya tinggal perempuan yang di dalam kamar temani tamu tersebut. Kemudian mereka membuang sembarang bungkusan kondom bekas pakai. Sudah sering ditemukan berserakan di pinggir jalan dan juga halaman Hotel Andalan,” ungkap Joni.
Joni juga berharap agar masalah ini segera di atasi pemerintah provinsi. Sebab hotel tersebut adalah aset Pemprov Sulsel.
“Kita berharap agar pemerintah pusat segera hentikan ini karena hotel ini milik Pemprov Sulsel. Jangan sampai dijadikan tempat maksiat yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit HIV di Toraja kalau ini di biarkan,” ucapnya.
Sementara itu Adi, pengelola Hotel Andalan membantah kondom-kondom bekas itu milik tamu hotel. Ia mengklaim kondom bekas yang berserakan tersebut dibawa oleh anjing-anjing liar dari luar.
“Anjing liar yang membawa dari luar area. Sementara kami antisipasi dengan pagar, karena anjingnya, anjing ke sini yang bawa anjing-anjing yang bawa tengah malam masuk,” kata Adi saat diwawancara awak media, Rabu (16/07/2025).
Lebih Lanjut Adi juga menjelaskan bahwa khusus untuk bekas bungkus kondom atau kondom yang sudah dipakai mereka sudah siapkan tempat sampah.
“Kalau kondom bekas terpakai kita sudah siapkan tempat sampah,” kata Adi.
Ia mengungkapkan bahwa tamu yang datang ke hotel berasal dari berbagai kalangan. Termasuk anak muda hingga orang tua, dengan durasi sewa kamar yang bervariasi.
“Tamu-tamu lokal banyak, anak muda kadang-kadang ada juga, orang tua. Ada KTP juga macam-macam ada satu hari full ada yang setengah jam,” ungkapnya.
Adi menambahkan, pihak hotel belum menerapkan sistem pemantauan ketat terhadap aktivitas tamu yang datang.
“Iya, paling saya larang jih bawa minuman keras, narkotik itu semua yang dilarang hotel,” ucapnya.
Saat ditanya terkait regulasi terhadap tamu tidak resmi atau pasangan belum menikah, Adi mengaku belum memiliki sistem pengawasan yang memadai.
“Tidak, biasakan yang masuk ke sini 1 orang kita tidak tahu ada menyusul pasangannya apakah, ia karena belum ada juga sekuriti-nya di sini,” pungkasnya.
Sebelumnya para wartawan menerima informasi dari warga setempat yang mengeluhkan adanya kegiatan dugaan prostitusi di Hotel Andalan Toraja.
Sekadar diketahui Hotel Andalan Toraja adalah aset milik Pemprov Sulsel.







