Tator, Pedomanindonesia – Jurnalis Pedoman Indonesia, Andarias Padaunan mengancam akan melaporkan akun Sri Sertian Nurhalifa terkait postingannya di Facebook yang menuding adanya praktik judi di acara kontes adu kerbau di Palawa’, Toraja Utara. Andarias keberatan karena akun Sri Sertian Nurhalifa memajang foto dirinya tanpa konfirmasi.
“Saya sangat keberatan. Dia menulis soal judi di kontes adu kerbau di Palawa’ Toraja Utara, tapi memasang foto saya. Saya tidak tahu apa motifnya dia memasang foto saya. Saya juga tidak kenal dengan akun ini,” ujar Andarias, Jumat (4/7/2025).
Tulisan Sri Sertian Nurhalifa diposting di grup Kampanye Virtual Pemimpin Masa Depan Torut. Tulisan itu diposting Kamis malam dan mendapat beragam komentar dari warganet.
Dalam postingannya, akun Sri Sertian Nurhalifa melempar kritik terhadap praktik judi di acara adu kerbau. Ia menuding polisi melakukan pembiaran. Lalu ia meminta agar panitia kontes ditangkap.
Pada postingan lain, ia juga meminta Polda Sulsel menindak Kapolres Toraja Utara dan kapolsek setempat yang melakukan pembiaran. Sri Sertian Nurhalifa juga meminta tradisi Rambu Solo dibubarkan.
“Tangkap samua yg terlibat dalam kontes adu kerbau di Palawa’ kemarin terciduk membiarkan ada perjudian disitu Pecat jadi Kapolsek itu Anton Tonapa butassik sekali harusnya memberikan Contoh yang Baik tapi membiarkan ada perjudian di Palawa’ tolong stopkan acara Rambu Solo’ di Palawa’ priksa samua panitia yg terlibat disitu tangkap yg live sudah di tegur live tetap nekad live skian,” tulis
Sri Sertian Nurhalifa.
Andarias mengaku baru mengetahui foto dirinya terpajang di akun itu pada Jumat dini hari.
“Saya kaget kenapa ada foto saya pada akun Sri Sertian Nurhalifa. Sepertinya ini sengaja untuk merusak nama baik saya. Motifnya ini sangat membahayakan. Makanya saya akan melaporkannya,” terang Andarias.
Menurut Andarias, secara pribadi ia tidak melarang adanya kritik terhadap dugaan judi di acara adu kerbau.
“Kritik itu hak setiap orang. Silakan saja kalau dia mau soroti adu kerbau,” ucapnya.
Hanya saja, ia sangat tidak setuju jika fotonya dipasang dalam postingan itu. Bahkan fotonya dijadikan foto profile oleh akun tersebut.
“Inikan jelas pelanggaran UU ITE. Saya harus mengambil langkah hukum. Karena ini menyangkut privasi dan nama baik saya,” imbuh Andarias.







