TORUT, PEDOMANINDONESIA — Puluhan siswa dan guru SMAN 3 Toraja Utara (Torut) diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Toraja Utara, Tien Suharti, S.Pd., M.Si., membenarkan informasi tersebut saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (9/10/2026).
“Menurut info yang saya dapat dari pihak sekolah, kemarin setelah mereka mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah siswa dan guru tiba-tiba mual dan pusing, kemudian langsung dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujar Tien Suharti.
Ia menjelaskan, total ada sekitar 60 orang yang terdiri atas siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut.
Tien mengungkapkan, pihak Cabdisdik telah menurunkan tim untuk meninjau langsung kondisi para korban di puskesmas maupun di sekolah. Sebagian besar korban kini sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya telah membaik.
“Untuk saat ini tinggal satu orang yang masih dirawat di puskesmas karena kesehatannya belum pulih betul, sementara yang lainnya sudah dipulangkan karena sudah sehat. Harapan saya, kesehatan para siswa dan guru segera pulih sehingga bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa,” ucapnya.
Menanggapi insiden ini, Tien Suharti mengimbau kepada pihak penyedia atau pengelola MBG agar lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan bagi para siswa. Ia menekankan pentingnya menjaga aspek kebersihan, kesehatan, dan pengawasan ketat terhadap proses memasak di dapur penyedia.
“Kami mengimbau kepada pengelola MBG agar menjaga kebersihan dan mengecek kualitas makanan yang akan disajikan. Misalnya, jika ada lauk seperti ayam yang warnanya sudah berubah kehitaman, itu sudah rawan. Intinya, pengelola harus sangat berhati-hati karena ini menyangkut nyawa manusia. Saya berharap makanan yang dihidangkan benar-benar higienis dan layak konsumsi,” tegas Tien Suharti.











