Menu

Mode Gelap
Catat! Polres Tana Toraja Mulai Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasaran Operasinya Edarkan Sabu di Tana Toraja dan Toraja Utara, 4 Orang Terancam 20 Tahun Penjara Bandingkan dengan Bandung, Tokoh Masyarakat Balla Ungkap Alasan Tolak Panas Bumi di Tana Toraja Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Polres Toraja Utara Panggil 4 Agen LPG dan Skors 2 Pangkalan Nakal DPRD Tator Dapil 4 Ogah Hadiri Musrenbang Kecamatan di Masanda Cegah Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Perintis Presisi Polres Torut Kembali Gelar Patroli di Sejumlah SPBU

News

Pasar Niaga Daya Resmi Gunakan QRIS: Langkah Nyata Menuju Digitalisasi Ekonomi Rakyat

badge-check


					Pasar Niaga Daya Resmi Gunakan QRIS: Langkah Nyata Menuju Digitalisasi Ekonomi Rakyat Perbesar

PEDOMANINDONESIA, Makassar, 28 Juli 2025 – Komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan transformasi digital di sektor layanan publik kembali diwujudkan melalui peluncuran sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Pasar Niaga Daya, salah satu pasar rakyat terbesar di Kota Makassar.

Peluncuran ini merupakan bagian dari program besar Digitalisasi Pembayaran Layanan Publik dan Retribusi yang mencakup pasar tradisional, terminal, hingga PDAM. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, dan Plt Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menegaskan pentingnya penerapan sistem digital untuk mendorong transparansi, efisiensi, serta peningkatan pendapatan daerah. “Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan, tapi juga mencegah potensi kebocoran. Dengan sistem non-tunai, proses pengelolaan keuangan menjadi lebih akuntabel,” tegasnya.

Pasar Niaga Daya dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki aktivitas ekonomi yang padat dan dinamis, serta merupakan pasar percontohan untuk adopsi sistem digital di sektor perdagangan tradisional.

Plt Dirut Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menjelaskan bahwa Perumda telah menyiapkan aplikasi SIAGA yang menampilkan data pedagang, posisi kios, serta status pembayaran retribusi secara terintegrasi. “Penggunaan QRIS memungkinkan pedagang melakukan transaksi non-tunai secara praktis dan aman. Ini juga mempermudah pendataan dan pemantauan bagi kami selaku pengelola pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS di Sulsel terus meningkat pesat. “Saat ini, pengguna QRIS di Sulsel sudah mencapai 1,3 juta orang dengan nilai transaksi mencapai Rp6,5 triliun hingga Juni 2025. Ini bukti bahwa masyarakat semakin siap dan terbuka terhadap ekosistem digital,” kata Rizki.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh pedagang pasar, termasuk di Pasar Niaga Daya, dapat segera memiliki QRIS agar tidak tertinggal dari perkembangan zaman. “Kalau restoran, warung, bahkan masjid sudah pakai QRIS, pedagang pasar juga harus bisa,” tambahnya.

Melalui peluncuran ini, Pemerintah Kota Makassar bersama Bank Indonesia dan seluruh BUMD terkait berharap digitalisasi pasar tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pedagang dan kemudahan bagi konsumen.

Makassar menuju kota cerdas dan transparan dimulai dari digitalisasi yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warganya.

Baca Lainnya

Catat! Polres Tana Toraja Mulai Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasaran Operasinya

2 Februari 2026 - 22:32 WIB

Pesawat IAT Hilang Kontak di Maros–Pangkep, Basarnas Kerahkan 40 Personel Pencarian

18 Januari 2026 - 04:49 WIB

Pembelajaran 5 Hari Siswa SD di Tator di Nilai Belum Maksimal

14 Januari 2026 - 08:12 WIB

Sengketa Lahan Sekolah Rakyat Mengkendek: Ahli Waris Desak Pemkab Tana Toraja Transparan

14 Januari 2026 - 08:04 WIB

Pemerhati Masyarakat Toraja Desak APH Periksa Plh Kalem Lembang Batusura’, Kalem: Saya Siap Tanggung Konsekuensinya

12 Januari 2026 - 17:53 WIB

Trending di Headline